Pemerintah Desa Wetana, Kecamatan Laboya Barat Sumba Barat menggelar Musrenbang Desa dengan Aparat Desa, Tokoh masyarakat. ( Wetana Selasa 01-10-2019)

Media
dalam pantaunya,
Pemerintah Desa Wetana menyelenggarakan agenda tahunannya yaitu musrenbang yang berlangsung di kantor Desa Wetana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang berlangsung setahun sekali ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing dusun dan dihadiri perwakilan dari Kecamatan Camat Laboya barat, Babinsa laboya barat, Kasubsektor polisi laboya barat, Kasie Pem laboya barat, Dinas PMD Sumba Barat, BPD Wetaba, LPM dan Para Kepsek SD, SMP serta Dusun dan RT RW Desa Wetana, Pendamping lokal desa jg hadir, total kehadirnan 108 orang dengan komposisi yang hampir imbang ini harapannya pembangunan yang adil gender, dan betul-betul partisipatif.

Musrenbang merupakan salah satu rangkaian dari penyusunan RPJM Desa. RPJM Desa merupakan dokumen perencanaan untuk periode 5 tahun yang memuat arah kebijakan pembangunan desa, arah kebijakan keuangan desa, kebijakan umum dan program.

Dengan mengacu pada RPJM Daerah, program SKPD, lintas SKPD, dan program prioritas kewilayahan, disertai dengan rencana kerja. Tahap penyusunan RPJM Desa ini dimulai dari tingkat dusun yaitu musyawarah dusun (musdus), kemudian berlanjut ke lokakarya desa, musrenbang desa, musrenbang kecamatan, dan musrenbang tingkat kabupaten. Di tingkat musyawarah dusun inilah masalah-masalah yang dirasakan masyarakat dipecahkan bersama-sama dengan menggali potensi yang ada. Dalam menggali masalah dan potensi ini digunakan sketsa dusun, diagram kelembagaan, dan kalender musim. Kemudian aspirasi dari musdus ini dibawa ke lokakarya desa. Dalam lokakarya, dilakukan pengelompokkan berdasarkan bidang, yaitu bidang fisik dan prasarana, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Barulah dalam musrenbang dilakukan perangkingan berdasarkan beberapa kriteria yang sudah ditentukan.

Kades menyampaikan “Musrenbang itu forum musyawarah dalam memprioritaskan agenda pembangunan Desa Pancana. Situasi demokratis memungkinkan setiap orang untuk bicara dan menyampaikan pendapatnya dalam forum ini.” menurut Kepala Desa Wetana saat membuka acara musrenbang dengan sejumlah harapan melalui musrenbang kegiatan yg di usulkn yang menjadi prioritas dapat di jawab oleh Pemda Sumba Barat, baik insfrtruktur jalan, listrik, air bersih, penyelesaian perbatasan, Pendidikn, kesehatan,dan perhatian pemda trkait tanh pinggir pantai yg sdh dijual tpi tdk di bangun hotel, dan pariwisata kampung adat garo, lanjut Kades Wetana yaitu luas wilayah desa wetana 17.479.km,dgn jumlah kepala keluarga 710,sehingga desa wetana layak di mekarkn mnjdi 3 desa Luas wilayah 17,479.m²

Setelah pembukaan dari kepala desa, Pemaparan lainnya yaitu tentang Alokasi Dana Desa yang disampaikan oleh Kepala Desa. Tak ketinggalan penjelasan tentang BUM Desa Mada Ole, suatu badan usaha yang didirikan oleh pemerintah dan masyarakat Desa Wetana dalam mendorong ekonomi di desa.

Banyak masyarakat yang turut serta dan hadir dalam musrenbang, antusiasme yang tinggi karena mereka ingin tahu bagaimana kelanjutan dari aspirasi mereka yang sudah disampaikan saat musdus. Penyusunan RPJM Desa partisipatif ini perlu, untuk mewujudkan pembangunan desa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan melibatkan masyarakat tentunya menghadirkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap program pembangunan di desa dan mendorong masyarakat berperan dalam pembangunan desa.

Dari proses perangkingan mulai terlihatlah bagaimana arah prioritas pembangunan Desa Pancana untuk 5 tahun mendatang. Hasil perangkingan di bidang fisik dan prasarana, yang menjad prioritas adalah pembangunan jalan provinsi yang menghubungkan Dusun dengan Dusun tandas Kades Wetana
ML.

Foto kepala Desa Wetana