Sampah pada saluran pembuangan menuju sawah warga (Foto: Katoda Watu)

WAIKABUBAK, berita1online.com – Pada tahun 2019, kota waikabubak berpredikat kota kecil terkotor di Indonesia. Semua tempat menjadi sarang sampah, tak terkecuali Pasar Waikabubak yang terletak di Weekarou. Dari sisi kesehatan lingkungan, Pasar Waikabubak masuk dalam kategori tidak sehat berdasarkan penelitian Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana Alexander H. Marabbi pada Juli 2019 lalu.

Baca juga: https://berita1online.com/2019/08/03/pasar-waikabubak-tidak-sehat-menurut-penelitian-alexander-h-marabbi/

Akhir-akhir ini masalah sampah menjadi masalah serius yang meresahkan aktivitas masyarakat. Banyak warga yang mengeluh terkait kondisi pasar Waikabubak yang tidak kondusif baik untuk aktivitas pasar maupun aktivitas pertanian bagi masyarakat yang berdekatan pasar tersebut. Salah satunya adalah Katoda Watu warga yang memiliki lahan pertanian berupa sawah berdekatan dengan lokasi pasar Waikabubak.

Katoda Watu mengaku bahwa warga yang berada disekitar Pasar Baru (Pasar Waikabubak) mengeluh karena sampah berserakan di belakang pasar yang merupakan lahan pertanian masyarakat. Selain itu, di saluran pembuangan dari pasar menuju sawah dipenuhi sampah, sehingga saat musim hujan semua sampah akan memenuhi persawahan.

Selanjutnya Katoda Watu juga menyampaikan keluhan warga selain sampah, yaitu masalah irigasi sawah dekat pasar Waikabubak. Sawah yang berdekatan dengan lokasi pasar tidak memiliki saluran irigasi, sistem pengairan yang digunakan petani selama ini secara manual dan menggunakan selokan alami.

Pantauan Katoda Watu, saluran pembuangan (selokan) yang berada di pinggiran pasar yang menuju persawahan dipenuhi sampah hasil aktivitas pasar. Tumpukan sampah dalam saluran pembuangan tidak pernah di bersihkan, tinggal menunggu waktu untuk terdistribusi ke lahan persawahan.

Sampah berserakan di saluran irigasi persawahan (Foto: Katoda Watu)

Imbasnya ketika musim hujan sampah kiriman dari pasar meluap dan memenuhi sawah dan mengganggu pertumbuhan pada. Sampah kiriman tersebut kebanyakan sampah plastik yang sulit diuraikan.

Warga mengangkut sampah dari saluran irigasi (Foto: Katoda Watu)

Katoda bersama warga lainnya berharap agar Pemda Sumba Barat dan juga Pemerintah Desa setempat bisa memperhatikan pengelolaan sampah pasar Waikabubak karena imbasnya terhadap aktivitas pertanian warga. Mereka juga berharap agar sistem irigasi khususnya pengadaan selokan untuk pengairan.

Katoda mengaku bahwa sudah lama mereka menyampaikan keluhan terkait permohonan pembuatan got atau saluran irigasi dipersawahan. Katoda mengatakan “kasian kami yang ada sawah dapat kiriman sapah dari pasar waikababubak”. “Kami juga mau tanam sayur ketika musim kering tidak bisa karena tidak ada saluran got. Air dalam saluran tidak berjalan dengan baik dan penuh dengan sampah” tutup Katoda melalui sambungan seluler WhatsApp (red).