Kondisi tempat sampah yang tidak diangkut dan warga membakar sampah didalam TPS (Gambar diabadikan pada 5/7/2019)

WAIKABUBAK-berita1online.com, Saat ini, Kondisi kesehatan lingkungan pasar tradisional Waikabubak yang berlokasi di Weekarou Sumba Barat sungguh memprihatinkan dari segi kesehatan berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tentang penyelenggaraan pasar sehat. Kondisi ini tentu akan berdampak negatif terhadap kegiatan pasar.

Kondisi ini diungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh Alexander H Marabbi dan hasil penelitiannya telah dipertanggungjawab secara ilmiah pada Seminar Hasil di Ruang Seminar FKM Undana pada jumat (02/08/2019) lalu. Alexander H Marabbi merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Keselamatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana Kupang.

Alexander saat melakukan penelitian pada 5/7/2019

Alexander melakukan penelitian di Pasar Tradisional Waikabubak yang berlokasi di Weekarou dari tanggal 1 hingga 10 Juli 2019. Pria yang biasa disapa Alex ini meneliti terkait kondisi sanitasi pasar tradisional rakyat di Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat.

Berdasarkan rilis abstrak yang diterima berita1online.com, Alex menyimpulkan bahwa kondisi pasar Waikabubak tidak sesuai dengan standar pasar yang baik dan masuk dalam kriteria tidak sehat. Dalam rilis tersebut, ada beberapa aspek (Variabel) yang dinilai menggunakan instrumen ukur yang telah ditetapkan Kemenkes RI melalui Kepmenkes No. 519/Menkes/SK/VI/2008.

Aspek lokasi seperti penataan lokasi pasar juga belum maksimal. Merujuk pada Kemenkes No. 519 Tahun 2008, tempat pedagang unggas harusnya tidak berdekatan langsung dengan pedagang pangan, tetapi penerapan dalam pasar Waikabubak tidak sesuai, malah berdekatan.

Dari aspek bangunan pasar, tingkat kelayakannya mencapai 37,48% termasuk kategori kurang sehat. Hal ini terlihat dari atap gedung pasar banyak yang bocor. Selain itu, Tempat Penampungan Sementara (TPS) antara sampah basah dan kering tidak memadai dan juga saluran pembuangan limbah tidak dalam keadaan tertutup.

Harusnya menurut aturan Kemenkes setiap lorong pasar kisaran setiap 10 meter harus tersedia TPS untuk sampah basah dan kering, sedangkan dipasar tersebut hanya tersedia 1 tempat sampah sehingga sampah kering dan basah serta limbah hasil pemotongan unggas dibuang dalam satu tempat. Kondisi ini membuat pelaku pasar membuang sampah sembarang dan sampah berserakan karena tumpah dari tempat sampah yang tersedia. Juga karena tidak tersedianya kotak sampah disetiap lorong kios/tempat penjualan, membuat para pedagang lebih memilih membakar sampah dalam lingkungan pasar.

Sedang aspek sanitasi yang didefinisikan sebagai upaya pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit memiliki persentase kelayakan 40,87% dan termasuk kategori kurang sehat berdasarkan aturan Kemenkes tentang penyelenggaraan pasar sehat. Fasilitas toilet yang ada tidak memisahkan toilet wanita dan pria. Lebih parahnya, kebersihan toilet pasar sangat memprihatinkan karena tidak tersedianya air bersih dalam toilet dan kurangnya pengawasan dari pihak pengelola pasar, sehingga beberapa toilet tersumbat dan berbau busuk akibatnya toilet tersebut tidak dapat digunakan lagi.

Salah satu toilet yang tidak berfungsi lagi

Tingkat perilaku hidup bersih dan sehat dalam lingkungan pasar mencapai 2,90% termasuk kategori tidak sehat. Merujuk pada Kepmenkes 519 No. 519 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan pasar sehat, ada banyak perilaku hidup bersih dan sehat yang tidak sesuai dengan anjuran Kemenkes. Pedagang daging/unggas dan pedagang ikan tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kepmenkes diatas menginstruksikan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala minimal 6 bulan sekali dari petugas kesehatan terhadap pedagang pasar, tetapi dipasar Waikabubak tidak pernah dilakukan.

Para pedagang dan pengunjung pasar juga kurang memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti membuang sampah sembarang meski sudah disiapkan satu gerobak sampah di lingkungan pasar. Penelitian Alex menilai pihak pengelola pasar kurang memiliki pemahaman dan keterampilan mengelola, mengatur dan menjaga sanitasi dan penataan lingkungan pasar.

“Memang pasar itu tidak sehat berdasarkan aturan Kemenkes, semoga Pemda (Sumba Barat) memperhatikan hal ini” ujar Alex pada jumat (02/08/2019) lalu.

Saluran pembuangan yang tertimbun sampah

Lebih lanjut, Alexander berharap agar Pemda Sumba Barat dapat memperhatikan fasilitas sarana prasarana di lingkungan pasar tradisional Waikabubak. Hal-hal penting yang harus diperhatikan menurut Alex adalah ketersediaan air bersih untuk ativitas pasar seperti toilet, kelancaran saluran drainase pembuangan limbah pasar, ketersediaan tempat sampah disetiap lorong kios atau tempat penjualan dan tempat yang berpotensi menghasilkan sampah, memperbaiki atap gedung pasar yang bocor dan pengawasan intensif dari pihak pengelola pasar dalam hal ini Dinas Perindustrian dan perdagangan (nb -berita1online.com)