berita1online.com – Sejumlah kendaraan bermotor yang melintasi arus balik dari Desa Patiala Dete hingga menuju Kodi, Minggu (30/07/2019), harus melalui banyak titik jalan provinsi yang mengalami rusak parah. Dari Desa Patiala Deta, jalan provinsi terlihat banyak aspal yang terkelupas yang menyisahkan bongkahan batu besar dan Kondisi ini terus menyambung hingga ke Kabupaten SBD terkelupas dan jalan aspal berubah menjadi jalan bertanah.

Terkelupasnya aspal menyisahkan lubang yang menganga. Banyak bongkahan batu membuat kondisi kendaraan harus berjalan lambat. Tak jarang pulak, kendaraan kecil khusunya roda empat kadang tersangkut batu.

Kondisi badan jalan prov ini juga lebih kecil. Ditambah badan jalan yang diaspal dengan dasar badan jalan sangat curam. Sehingga kendaraan jika berselisih tidak berani turun dari badan jalan. Sebab, jika ban kendaraan turun dari badan jalan, dikhawatirkan ban akan pecah karena terkoyak oleh badan jalan.

Kondisi jalan yang rusak parah di Kecamatan laboya barat ini sudah berjalan bertahun-tahun lamanya. Tidak adanya perbaikan, sehingga menambah titik jalan rusak yang membuat lambatnya perjalanan arus balik yang dilakukan. Apalagi jika melintas saat turun hujan, dipastikan jalan rusak tersebut menjadi kubangan air yang tidak terlihat di mana letak batu yang siap menjerat kendaraan yang melintas.

Tokoh Masyarakat dan beberapa pengusaha hasil bumi mengeluhkan jalan provinsi, sudah bertahun- tahun tidak di perhatikan jalan ini, kecamatan ini di kenal aset hasil bumi melimpah, namun jalan ini menyulitkan mereka karena hasil mereka kadang tidak di karena jalan parah apalagi musim huujan,

Sekdes Patiala Dete menemui media ini, iapun mengeluhkan kondisi jalan katanya: kita berharap kepada siapa? Paling Tuhan Allah, semua pejabat lalu lalang juga tapi sepertinya biasa saja ujarnya,

Salah satu Tokoh Pemuda asal laboya barat yang enggan di sebut namanya
Menyampaikan kepada Media ini bahwa Medan yg sangat ekstrim dgn badan jalan yg begitu rusak berat berlumpur disaat hujan turun dan berdebu disaat musim kering.

Ada masalah di depan mata tapi suaraku sangat kecil untuk di dengar ketika sy bersuara. Laboya Barat tidak butuh jalan harus semulus seperti jalan kota Waikabubak dan sekitarnya, tapi tolonglah biar aspal lapen asalkan jgn berdebu saat musim kering dan jangan berlumpur di saat musim hujan, Mohon DPRD provinsi NTT atau pihak yang berwewenang untuk membantu kami agar kami rasakan, enaknya menjadi Warga Indonsesia yang di perlakukan sama. Ujarnya.

Laporan MH